BANYAK ANAK BANYAK REJEKI Tangis bayi memecah kesunyian malam. Suaranya seperti kentongan memangggil meminta perhatian orang-orang yang mendengarnya. “ Inilah aku manusia baru di muka bumi ini” Mungkin begitu kalau tangisan itu dirubah menjadi suatu kalimat. Selalu menyertai setiap kelahiran. Kebetulan ini adalah bayi laki-laki, suaranya keras dan kencang. Kelahiran bayi yang kesebelas lahir dari rahim Yu Manisah. Anak pertama , kedua, ketiga sampai keempat lelaki, kelima sampai kesembilan perempuan, kesepuluh dan kesebelas laki-laki. Semua lahir sempurna. Kelahiran bayi yang kesebelas lahir dari rahim Yu Manisah. Anak pertama , kedua, ketiga sampai keempat lelaki, kelima sampai kesembilan perempuan, kesepuluh dan kesebelas laki-laki. Semua lahir sempurna. Ketika lahir anak yang kelima, para tetangga mengira itu anak yang paling bontot. Karena anak yang kesatu sampai keempat laki-laki semua, sedang anak yang kelima ini perempuan. “ Wah jadi punya a...
Kepada siapa mesti mengeluh.segala keluhan ini tak kunjung sirna. Keluhan menghimpit, mendera dari waktu ke waktu. Menghapus kehormatan sebagai anak manusia,menghempas lautan harapan meraih kebahagiaan. Terlebih lagi setiap tangan dan kaki bergerak yag teraih hanyalah keeping –keping kenistaan. Terpenjara dalam ruang sempit kemiskinan. Tangan-tangan ajaib hanya melambaikan keangkuhan. Menebar pesona hinggap keterpenjaraan ini. Dari waktu ke waktu ada keluhan. Hari ini, pagi-pagi sekali,telah kudorong gerobag tempat akuu berjualan rokok, minuman, makanan kecil, dan beberapa barang lainnya. Tujuanku berjualan di bawah pohon besar dekat perempatan. Mungkin aku dapat banyak pembeli di sana. Terlebih ini hari minggu, tentu banyak orang berolah raga di lapangan. Setelah sampai ditempat tujuan, aku segera menatta barang dagangan agar kelihatan oleh par pembeli. Mungkin ada barang yang mereka butuhkan. Setelah semua selesai, aku membuka koran. Satu-satunya hiburan menunnggu datangnya pembeli u...