Kepada siapa mesti mengeluh.segala keluhan ini tak kunjung sirna. Keluhan menghimpit, mendera dari waktu ke waktu. Menghapus kehormatan sebagai anak manusia,menghempas lautan harapan meraih kebahagiaan. Terlebih lagi setiap tangan dan kaki bergerak yag teraih hanyalah keeping –keping kenistaan. Terpenjara dalam ruang sempit kemiskinan. Tangan-tangan ajaib hanya melambaikan keangkuhan. Menebar pesona hinggap keterpenjaraan ini. Dari waktu ke waktu ada keluhan. Hari ini, pagi-pagi sekali,telah kudorong gerobag tempat akuu berjualan rokok, minuman, makanan kecil, dan beberapa barang lainnya. Tujuanku berjualan di bawah pohon besar dekat perempatan. Mungkin aku dapat banyak pembeli di sana. Terlebih ini hari minggu, tentu banyak orang berolah raga di lapangan. Setelah sampai ditempat tujuan, aku segera menatta barang dagangan agar kelihatan oleh par pembeli. Mungkin ada barang yang mereka butuhkan. Setelah semua selesai, aku membuka koran. Satu-satunya hiburan menunnggu datangnya pembeli u...